- - - - - - - - - ASSALAMU'ALAIKUM.WR.WB - - - - - - - - - - - -

selamat datang di "CHEMISTRY CASTLE"

Jumat, 19 Oktober 2012

QUERCETIN


QUERCETIN
Flavonoid quercetin, untuk lebih spesifiknya sebuah flavonol ini adalah bentuk aglycone dari sejumlah glikosida flavonoid lainnya, seperti rutin dan quercitrin. Ditemukan dalam buah jeruk, soba dan bawang. Quercetin membentuk quercitrin glikosida dan rutin bersama-sama dengan rhamnose dan rutinose. Hal ini juga dapat membantu untuk mencegah beberapa jenis kanker.
Mengapa quercetin bermanfaat bagi kesehatan?
1. Mencegah Penyakit Jantung
Sifat antioksidan quercetin menunjukkan kemampuan luar biasa untuk mengurangi risiko penumpukan plak di arteri yang dikenal pula sebagai aterosklerosis.Sifat anti-inflamasi yang dimilikinya juga mencegah kerusakan yang disebabkan oleh kolesterol LDL yang merupakan pemicu penyakit jantung.Sebagai antioksidan, quercetin ditemukan secara alami dalam sayuran dan buah-buahan.Konsumsi quercetin yang mencukupi akan membantu dalam membangun kekuatan jantung.Tekanan darah atau hipertensi juga dapat dikendalikan dengan suplementasi quercetin yang memadai.
2. Perlindungan terhadap Alergi
Sifat anti-inflamasi quercetin telah diuji dan efektif untuk mengatasi reaksi alergi seperti pada asma, gatal-gatal, demam, batuk, dll.Quercetin memiliki kemampuan menghambat produksi dan pelepasan histamin dan mediator inflamasi lainnya.Itu sebab, antioksidan ini mampu mengurangi kemungkinan seseorang terinfeksi dengan berbagai alergen dan juga membantu penyembuhan dari alergi.
3. Mencegah Kanker
Quercetin seperti semua antioksidan lainnya telah diteliti untuk memahami kemampuannya dalam melawan kanker.Sebagai antioksidan, quertecin melindungi sel dari radikal bebas dengan menetralisir efek buruknya terhadap sel tubuh.Penelitian secara in vitro menunjukkan bahwa quercetin dapat mengontrol pertumbuhan sel kanker dan mengurangi risiko terjadinya kanker payudara, prostat, ovarium, dan kolon.
4. Manfaat lainnya
Sebuah penelitian laboratorium menunjukkan bahwa quercetin memiliki sifat neurotoksin in vitro sehingga membantu melawan penyakit saraf.Karena kemampuannya melawan radikal bebas, quercetin memiliki manfaat pula untuk menjaga kulit tetap awet muda.Quercetin juga dikenal mampu meningkatkan daya tahan tubuh dan stamina sehingga dipandang sebagai suplemen nutrisi penting bagi para atlet. Glucosides Quercetin, ditemukan untuk menghambat penyerapan glukosa di dalam usus.
Efek Samping
Terdapat beberapa efek samping yang teramati pada sebagian orang yang mengkonsumsi quertecin. Berikut adalah diantaranya:

1. Reaksi alergi
Sebagian orang mengalami reaksi alergi yang meliputi gejala-gejala berikut: ruam, gatal, sesak napas, gatal-gatal, luka pada mulut, pembengkakan pada lidah, bibir, dan tenggorokan.
2. Mual
Efek samping quercetin termasuk mual, muntah, dan pusing. Dalam kasus ekstrim, efek samping quercetin juga bisa menyebabkan vertigo dan migrain.
3. Ketidaknyamanan pada perut
Quercetin bisa memicu ketidaknyamanan pada perut. Antioksidan ini menyebabkan gangguan pencernaan, mulas, GERD, dan gangguan perut lain.
4. Infeksi ginjal
Dosis sangat tinggi dari quercetin diketahui menyebabkan infeksi ginjal.Meskipun kasus ini sangat jarang terjadi, baik untuk berhati-hati terhadap efek quercetin pada ginjal.










Jumat, 12 Oktober 2012

ALKALOID

Senyawa Alkaloid
Alkaloid merupakan senyawa yang bersifat basa yang mengandung satu atau lebih atom nitrogen dan biasanya berupa sistem siklis. Alkaloid mengandung atom karbon, hidrogen, nitrogen dan pada umumnya mengandung oksigen. Senyawa alkaloid banyak terkandung  dalam akar, biji, kayu maupun daun dari tumbuhan dan juga dari hewan. Senyawa alkaloid merupakan hasil metabolisme dari tumbuh–tumbuhan dan digunakan sebagai cadangan bagi  sintesis protein. Kegunaan alkaloid bagi tumbuhan adalah sebagai pelindung dari serangan hama, penguat tumbuhan dan pengatur kerja  hormon. Familia tanaman yang mengandung alkaloid adalah Liliaceae, Solanaceae, Rubiaceae, dan Papaveraceae (Tobing, 1989 dalam Susilowati, 2006).
Alkaloid diekstrak dari tumbuhan yaitu daun, bunga, buah, kulit, dan akar yang dikeringkan lalu dihaluskan. Cara ekstraksi alkaloid secara umum adalah sebagai berikut :
  1. Alkaloid diekstrak dengan pelarut  tertentu, misalnya dengan etanol, kemudian diuapkan.
  2. Ekstrak yang diperoleh diberi asam anorganik untuk menghasilkan garam amonium kuartener kemudian diekstrak kembali.
  3. Garam amonium kuartener yang diperoleh direaksikan dengan natrium karbonat sehingga menghasilkan alkaloid–alkaloid yang bebas kemudian diekstraksi dengan pelarut tertentu seperti eter dan kloroform.
  4. Campuran–campuran alkaloid yang diperoleh akhirnya dipisahkan melalui berbagai cara, misalnya metode kromatografi

    Contoh tanaman yang mengandung senyawa alkaloid

    Sahang atau Lada
    Lada atau yang dalam bahasa ilmiahnya dikenal dengan nama Piper nigrum L. (fam. Piperaceae)merupakan salah satu tanaman merambat yang sangat terkenal dalam dunia kuliner sebagai rempah-rempah. Bahkan tanaman ini sudah dikenal oleh bangsa asing sebagai rempah-rempah sejak ratusan tahun yang lalu.
    Lada merupakan salah satu komoditas andalan devisa negara yang sangat besar dalam bidang perkebunan. Sentra produksi lada terdapat di Bangka Belitung (lada putih) dan Lampung (lada hitam). Produksi lada di Indonesia merupakan salah satu yang terbesar di dunia. Dalam setahun produksi lada di Indonesia bisa mencapai sekitar 60 ribu ton.
    Senyawa kimia yang terdapat dalam lada adalah essensial oil yang bisa diperoleh melalui steam distillation dan oleoresin yang didapat melalui proses ekstraksi. Senyawa piperine yang terdapat dalam oleoresin merupakan senyawa alkaloid yang sangat berguna dalam dunia obat-obatan, suplemen makanan, dan lain-lainya. Piperine dengan dosis yang tepat dapat mempercepat penyerapan beta-carotene, vitamin B6, Vitamin C and L-selenomethionine (www.chemistry.org).
    Ekstrak biji lada dengan menggunakan suatu pelarut akan didapat salah satu senyawa yang disebut alkaloid. Alkaloid merupakan suatu molekul nitrogenous organic yang memiliki sifat pharmacological effect terhadap manusia serta hewan. Alkaloid merupakan senyawa yang mengandung nitrogen, biasanya merupakan derivat dari asam amino, rasanya pahit, berbentuk kristal putih (kecuali nikotin). Selain itu senyawa alkaloid bersifat basa dan umumnya bereaksi dengan asam membentuk garam yang larut dalam air (www.friedli.com/herbs/phytochem/alkaloids). 
    Alkaloid ditemukan dalam tumbuhan (seperti kentang, lada, tomat, dll), hewan (seperti dalam kulit ikan), dan jamur (www.en.wikipedia.org/wiki/Category:Alkaloids). 
    Dalam ekstrak biji lada mengandung beberapa senyawa alkaloid, seperti piperine, piperanine, piperidine, piperettine.
    Piperine merupakan salah satu senyawa alkaloid yang dapat dijumpai dalam tanaman lada. Dalam biji lada, piperine dapat dimurnikan hingga kemurnian tinggi. Dalam oleoresin biji lada terdapat sebanyak 36% – 45% piperine dan 16% – 26% volatile oil (www.kancorflavours.com). 
    Rumus molekul piperine adalah C17H19NO3, memiliki melting point 128C-132C. Piperine merupakan trans-trans stereoisomer dari piperoylpiperidine. Piperine juga dikenal sebagai (E, E)-1-piperoypiperidine (www.pdrhealth.com). (chyps)
    pondok-kebun21
    kebun-sahang
    daun-lada1
    white-pepper

Kamis, 11 Oktober 2012

SENYAWA ISOFLAVON PADA BIJI KEDELAI

Isoflavon merupakan isomer flavon, tetapi jumlahnya sangat sedikit dan sebagai fitoaleksin yaitu senyawa pelindung yang terbentuk dalam tumbuhan sebagai pertahanan terhadap serangan penyakit. Isoflavon sukar dicirikan karena reaksinya tidak khas dengan pereaksi warna manapun. Beberapa isoflavon (misalnya daidzein) memberikan warna biru muda cemerlang dengan sinar UV bila diuapi amonia, tetapi kebanyakan yang lain tampak sebagai bercak lembayung yang pudar dengan amonia berubah menjadi coklat.
Isoflavon merupakan bagian dari kelompok flavonoid. Isoflavon ditemukan sebagian besar pada kacang kedelai dan memiliki struktur kimia yang hampir sama dengan hormon estrogen.  Isoflavon utama yang ditemukan pada  kacang kedelai adalah genistein dan daidzein. Karena strukturnya yang mirip dengan estrogen dan dapat berinteraksi dengan reseptor estrogen lain, isoflavon dari kedelai sering digunakan sebagai fitoestrogen 
Struktur  isoflavon kedelai yang mirip dengan estrogen dan kemudahannya untuk berinteraksi dengan estrogen reseptor membuat isoflavon ini diduga bermanfaat dalam mengatasi sistem somatik, perasaan, dan hal-hal yang berhubungan dengan menopause. Mengkonsumsi suplemen fitoisoflavon telah terbukti dapat berpengaruh pada gejala premenopause.  Isoflavonoid dari kedelai juga berpotensi sebagai sarana alternatif dalam terapi kesehatan jangka panjang yang berhubungan dengan menopause dan khususnya osteoporosis
Kedelai Sebagai Sumber Senyawa Isoflavon
Senyawa isoflavon merupakan senyawa metabolit sekunder yang banyak disintesa oleh tanaman. Namun, tidak sebagai layaknya senyawa metabolit sekunder karena senyawa ini tidak disintesa oleh mikroorganisme. Dengan demikian, mikroorganisma tidak mempunyai kandungan senyawa ini. Oleh karena itu, tanaman merupakan sumber utama senyawa isoflavon di alam. Di berbagai antara tanaman, kandungan isoflavon yang lebih tinggi terdapat pada tanaman Leguminoceae, khususnya pada tanaman kedelai. Pada tanaman kedelai, kandungan isoflavon yang lebih tinggi terdapat pada biji kedelai, khususnya pada bagian hipokotil (germ) yang akan tumbuh menjadi tanaman. Sebagian lagi terdapat pada kotiledon yang akan menjadi daun pertama dari tanaman 
Kandungan isoflavon pada kedelai berkisar 2--4 mg/g kedelai. Senyawa isoflavon ini pada umumnya berupa senyawa kompleks atau konjugasi dengan senyawa gula melalui ikatan glukosida. Jenis senyawa isoflavon ini terutama adalah genistin, daidzin, dan glisitin. Bentuk senyawa demikian ini mempunyai aktivitas fisiologis kecil.
Manfaat Isoflavon
Di bawah ini dapat dilihat beberapa manfaat dari isoflavon sehubungan dengan beberapa penyakit.
Kanker Payudara
Selama lebih dari 10 tahun telah banyak penelitian yang menduga adanya efek antikanker dari kedelai, terutama yang berhubungan dengan kanker payudara. Para peneliti tertarik karena ditemukannya estrogen kerja rendah dalam isoflavon dan rendahnya angka mortalitas akibat kanker payudara di Asia. Isoflavon dapat meningkatkan efek antiestrogenik dalam beberapa cara, walaupun data tentang efek ini terhadap manusia terbatas.
Venous Thromboembolic Disease
Estrogen diduga meningkatkan risiko trombosis dengan meningkatkan produksi hepatik atau metabolisme faktor koagulasi. Belum ada mekanisme yang jelas mengenai ini. Namun dari banyak penelitian yang dilakukan membuktikan bahwa berbeda dari estrogen, isoflavon dan protein kedelai keduanya mengurangi atau tidak memiliki efek terhadap agregasi trombosit.
Stroke
Pada percobaan terhadap binatang ditemukan adanya efek potensial pada kedelai terhadap risiko stroke.Monyet-monyet dewasa yang menderita diabetes diberikan diet yang mengandung sumber protein yang berbeda. Hasilnya menunjukkan kadar kolesterol LDL berkurang pada monyet yang menerima protein kedelai.
Saluran Empedu
Estrogen dapat menambah risiko penyakit saluran empedu dengan meningkatkan konsentrasi kolesterol di kantung empedu. Pada penelitian terhadap binatang didapatkan bahwa protein kedelai dapat menurunkan risiko tersebut dengan menurunkan konsentrasi kolesterol dalam empedu dan hati.
Coronary Heart Disease
Efek hipokolesterolemik dari kedelai dapat juga menurunkan insiden CHD. Selain itu isoflavon dapat juga memberi manfaat terhadap pembuluh darah dimana terjadi peningkatan arterial compliance, sebagai patokan fleksibilitas arteri. Isoflavon dan protein kedelai juga dapat menurunkan tekanan darah dan menghambat oksidasi kolesterol LDL.
Kanker Kolorektal
Kedelai diduga mengurangi beberapa bentuk dari kanker, termasuk kanker kolorektal. Salah satu penelitian menemukan dari sampel dengan riwayat kanker kolon yang diberi 39 gram protein kedelai/hari selama satu tahun, terdapat penurunan signifikan pada proliferasi sel kolon. Hal ini menunjukkan penurunan dalam hal risiko kanker kolon.
Fraktur
Karena sifatnya yang mirip dengan estrogen, manfaat isoflavon terhadap sistem skeletal juga banyak. Isoflavon dapat menghambat kehilangan kalsium dari tulang. Hal ini dapat terjadi karena adanya penghambatan pengeluaran kalsium melalui urine. Data epidemiologi menyebutkan adanya peningkatan densitas tulang pada wanita-wanita Asia yang banyak mengkonsumsi kedelai. Peningkatan densitas tulang ini dapat membantu wanita menopause menghindari osteoporosis yang dapat mengakibatkan fraktur.